I Gusti Ketut Jelanti dari Karangasem | Tokoh Inspiratif

I Gusti Ketut Jelanti dari Karangasem

Patih Kerajaan Buleleng
Informasi Pribadi :
  • Tempat/Tgl. Lahir : Bali, Tidak diketahui
  • Tempat/Tgl. Wafat : Bali, April 1849
  • SK Presiden : Keppres No. 077/TK/1993, Tgl. 14 September 1993
  • Gelar : Pahlawan Nasional

I Gusti Ketut Jelantik  adalah pahlawan nasional Indonesia yang berasal dari Karangasem, Bali. Ia merupakan patih Kerajaan Buleleng. Ia berperan dalam Perang Jagaraga yang terjadi di Bali pada tahun 1849. Perlawanan ini bermula karena pemerintah kolonial Hindia Belanda ingin menghapuskan hak tawan karang yang berlaku di Bali, yaitu hak bagi raja-raja yang berkuasa di Bali untuk mengambil kapal yang kandas di perairannya beserta seluruh isinya. Pada Kala Itu,Belanda Berusaha Memanipulasi Rempah Rempah Bali dan Melalui Pelayaran Hongi,Kapal Belanda Karam Di Bali.Kapal Tersebut Langsung Ditawan Oleh Kerajaan Buleleng.Ucapannya yang terkenal ketika itu ialah "Apapun tidak akan terjadi. Selama aku hidup aku tidak akan mengakui kekuasaan Belanda di negeri ini". Perang ini berakhir sebagai suatu puputan, seluruh anggota kerajaan dan rakyatnya bertarung mempertahankan daerahnya sampai titik darah penghabisan. Namun akhirnya ia harus mundur ke Gunung Batur, Kintamani. Pada saat inilah ia gugur.Setelah Dia Wafat,Perjuangan Raja-Raja Bali Mulai Mengalami Kemunduran.Seluruh Bali Dapat Dikuasai Dengan Mudah Hanya Bali Selatan Saja yang masih Melakukan Perlawanan.

Pada tahun 1848, pasukan Belanda menyerang Jagaraga dipimpin Jenderal Van der Wijk. Dua kali serangan Belanda dapat digagalkan oleh pasukan Buleleng yang dibantu pasukan dan kerajaan lain di Bali. Akhirnya, pada tahun 1849 Belanda mengerahkan kembali pasukan besar yang dipimpin Jenderal Michels. Berbekal pemahaman mengenai kondisi Jagaraga dan pertempuran sebelumnya, Belanda berhasil memenangi pertempuran. I Gusti Ketut Jelantik  mundur ke Pegunungan Batur Kintamani. I Gusti Ketut Jelantik kemudian menuju Perbukitan Bale Pundak. Belanda yang terus mengejar kembali menyerang sisa pasukan I Gusti Ketut Jelantik yang melawan hingga beliau gugur dalam pertempuran.

Related Posts :

  • Andi Abdullah Bau Massepe Letnan Jenderal TNI Andi Abdullah Bau Massepe (lahir di Massepe, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, pada tahun 1918 - wafat di … Read More...
  • Gatot Soebroto Jenderal Gatot Soebroto  Inpormasi pribadi: Lahir: 10 Oktober 1907, Banyumas, Jawa Tengah Meninggal: 11 Juni 1962 (umur 54)… Read More...
  • Hamengkubuwana IX Sri Sultan Hamengkubuwana IX Informasi pribadi: Lahir: Bendoro Raden Mas Dorodjatun di Ngasem, 12 April 1912, Bendera Belanda Ngayog… Read More...
  • Halim Perdanakusuma KRI Abdul Halim Perdanakusuma Lahir: 18 November 1922, Bendera Belanda Sampang, Madura, Jawa Timur, Hindia Belanda Meninggal: 14… Read More...
  • Harun Thohir Harun Said bin Muhammad Ali Informasi Pribadi: Lahir: 4 April 1947, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur Meninggal: 17 Okt… Read More...